Berkas Pembunuhan Dilimpahkan ke Pengadilan

Dua Pelaku Akan Jalani Persidangan


24 Sep 2019, 11:44:14 WIB

Berkas Pembunuhan Dilimpahkan  ke Pengadilan

SADIS: Surya dan Maulana, pelaku pembunuhan Marco Fernando saat ditangkap polisi. Kasusnya menunggu disidang di PN Balikpapan.


BalikpapanPos-online.co.idBALIKPAPAN- Berkas kasus pembunuhan dua tersangka yakni Surya dan Maulana, yang melakukan pembunuhan sadis terhada Marco Fernando (31) di depan Paldam VI/Mulawarman Jalan Soekarno-Hatta Km 2 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara, beberapa bulan yang lalu, dilimpahkan jaksa ke Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan.

"Sudah dilimpahkan berkasnya beberapa waktu yang lalu ke pengadilan, tinggal menunggu jadwal sidangnya saja," ujar jaksa yang menangani perkara itu, Muhamad Mirhan kepada Balikpapan Pos, kemarin.

Sementara informasi yang dihimpun Balikpapan Pos, Pengadilan Negeri Balikpapan telah menjadwalkan sidang terhadap kedua terdakwa. Yakni tanggal 25 September 2019 yang akan datang. Perkaranya sendiri tercatat bernomor 667/Pid.B/2029/PN BPN dengan pengklasifikasian pengeroyokan yang menyebabkan kematian.

Sekadar mengingatkan, kasus pembunuhan terjadi di Jalan Soekarno-Hatta Km 2 Balikpapan Utara, tanggal 12 Juni 2019 dini hari yang lalu. Di lokasi, Marco ditemukan tewas dengan sejumlah luka di sekujur tubuhnya. Pihak kepolisian yang mendapat informasi, langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Tidak berapa lama dilakukan penyidikan, pihak kepolisian akhirnya mendapat petunjuk dan langsung mengamankan dua tersangka, yakni Maulana dan Surya. Adapun motif dari pembunuhan itu, adalah dendam. Padahal sebenarnya, korban dan pelaku saling mengenal dan sama-sama bernaung dalam satu komunitas.

Atas perbuatannya, kedua tetdakwa pun didakwakan melanggar Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider Pasal 170 ayat 2 KUHP tentang Penganiayaan Bersama-sama yang Mengakibatkan Meninggal Dunia. Adapun ancaman hukumanya, pidana penjara di atas lima tahun.

Dalam perikara ini, pihak penyidik kepolisian sendiri sudah menyedikan dua penerjemah bahasa isyarat. Satu dari pihak komunitas tuna runggu wicara. Sementara penerjemah yang kedua dari pihak Sekokah Luar Biasa Negeri (SLBN) Balikpapan. Penerjemah sengaja dihadirkan, lantaran pelaku dan juga korban, serta saksi, memang menyandang tuna wicara. (gan/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment