BPBD: Data Nelayan dan Alat Tangkap Nihil

Lurah Penajam Diminta Selesaikan Pendataan


30 Okt 2019, 14:07:08 WIB

BPBD: Data Nelayan dan Alat Tangkap Nihil

PENGUNGSIAN: Posko pengungsian korban terdampak kebakaran telah ditutup. para korban diberi bantuan sembako dan uang tunai untuk sewa rumah.


balikpapanPos-online.co.idPENAJAM - Posko pengungsian korban kebakaran di RT 6, RT 7 dan RT 8, Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah ditutup pada Selasa (29/10). Kebakaran yang terjadi pada Rabu (16/10) lalu, jumlah rumah yang hangus terbakar sebanyak 81 unit, 4 rumah rusak ringan, 21 bangunan atau tempat usaha, 2 unit kios dan bangunan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Maun,12 unit sepeda motor, 3 unit mobil, 1 unit klotok dan loket Pelabuhan Klotok Penajam. Perkiraan kerugian dari dampak kebakaran tersebut Rp 7.312.957.035. Rinciannya,  perumahan  Rp 5.348.832.475, MI Al Maun Rp 1.629.124.560 dan tempat usaha/kios sebesar Rp 335 juta.

 Seluruh korban terdampak kebakaran telah terdata. Namun, korban terdampak kebakaran yang bekerja sebagai nelayan berharap ada bantuan alat tangkap. Pasalnya, saat kebakaran terjadi, seluruh alat tangkap nelayan hangus terbakar. Di tiga RT terdampak kebakaran tersebut, kurang lebih ada 20 nelayan yang terdampak kebakaran. Di masa transisi pasca penutupan posko pengungsian, para nelayan hendak turun melaut. Tapi, terkendala alat tangkap mereka yang turut terbakar.

Tapi, sampai tanggap darurat berakhir, pihak RT dan Kelurahan Penajam belum menyelesaikan pendataan khusus nelayan yang terdampak kebakaran. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU berharap, lurah Penajam dan ketua RT menyelesaikan pendataan nama-nama nelayan dan jenis alat tangkap yang terbakar.

“Belum ada data nelayan terdampak kebakaran dan jenis alat tangkap mereka. Seharusnya, data itu sudah ada dari pihak RT dan lurah Penajam sebelum berakhir masa tanggap darurat. Tapi, sampai tanggap darurat ditutup, belum ada datanya. Kita berharap, RT dan lurah segera menyelesaikan pendataan tersebut,” kata Kasubbid Logistik dan Peralatan BPBD PPU Nurlaila pada media ini, kemarin (29/10).

Nurlaila menyatakan, seandainya data alat tangkap yang habis terbakar telah didata oleh pihak RT dan Kelurahan Penajam, maka BPBD bisa cepat mengkoordinasikan dengan Dinas Perikanan terkait dengan bantuan alat tangkap. “Seharunya sebelum tanggap darurat berahir, sudha ada tanya. Karena, data itu perlu diverifikasi di lapangan, terkait jumlah dan jenis alat tangkap yang terbakar,” jelasnya. (kad/rus)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment