Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaa

Balikpapan Masuk Musim Hujan dan Angin Kencang


02 Nov 2019, 08:32:47 WIB

Warga Diminta Tingkatkan Kewaspadaa

PERALIHAN MUSIM: Pasca musim kemarau yang melanda, kini Balikpapan mulai memasuki musim penghujan. Cuaca ekstrem bakal menghantui, sehingga dibutuhkan kewaspaan akan bahaya banjir, angin kencang, dan tanah longsor.


BALIKPAPAN- balpos.com, Memasuki bulan November ini, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan memprediksi bakal terjadi hujan dengan intensitas yang cukup sering. Meski tidak begitu deras, namun kondisi ini cukup menjadi perhatiannya dan juga masyarakat.  Dimana hujan sudah mulai terjadi di akhir Oktober lalu dan sempat membuat aktivitas warga terhenti karena banjir. Dan bulan ini BMKG telah memperkirakan intensitas hujan akan terus terjadi dan puncaknya pada Desember mendatang.

"Pada saat dasarian 2 Oktober ini sebenarnya curah hujan itu sudah di atas 100 milimeter. Kemudian di Oktober 3 kemarin turun lagi di angka 50. Tapi memang bulan November ini sudah mulai masuk bulan hujan. Kalau puncaknya masih bulan Desember," kata Prakirawan BMKG, Dian, kemarin (1/11).

Meski demikian, bukan berarti hujan deras akan terus turun tanpa adanya masa cuaca yang cerah ataupun terik matahari. Sebab puncak hujan akan terjadi pada Desember dan intensitasnya cukup sering serta lebat. Meskipun demikian, pihaknya hanya memperkirakan berdasarkan pergerakan atmosfer, semuanya bisa berubah di luar dari prediksi.

"Kalau misalnya musim hujan itu bukan selamanya hujan terus, kalau kemarau ya kemarau terus. Kalau misalnya curah hujan dalam satu dasarian 50 milimeter dan diikuti oleh dasarian berikutnya, kemudian dalam satu bulan curah hujannya itu 150 milimeter, itu sudah masuk musim hujan. Kalau kurang dari itu berarti musim kemarau. Tapi namanya cuaca itu kan berkaitan dengan dinamika atmosfer yang terus berubah-ubah," terangnya.

Ditanya sampai kapan musim hujan ini, Dian memaparkan, biasanya Kota Balikpapan baru akan memasuki bulan kemarau pada bulan Juli. Sehingga saat ini hingga akhir Juni Kota Balikpapan masih dilanda hujan.

"Kalau musim hujan itu kami masih menunggu, karena kalau menentukan awal musim itu kami harus melalui rapat dan lihat dinamika atmosfernya seperti apa. Tapi biasanya itu di Balikpapan musim kemaraunya bulan Juli mendatang, sementara akhir Oktober sampai Juli itu masuk musim hujan. Ketika mau kemarau nanti akan ada masa peralihan," tuturnya.

Disebutkan, kecepatan angin saat ini memang perlu menjadi perhatian. Meski belum terlalu berbahaya, namun sebelumnya sempat terjadi fenomena angin putar di perairan Balikpapan beberapa hari lalu. Hal ini tentu menjadi sorotannya dan mengimbau kepada warga untuk meningkatkan kewaspadaannya.

"Kalau angin puting beliung yang kemarin itu memang tidak tercatat di data kami, karena tidak ada alat pencatat kecepatan anginnya, jadi kami nggak tahu. Tapi kalau bulan Oktober ini anginnya dari 10 sampai 12 knot," tandasnya.

Selain angin, gelombang laut pun tak luput dari perhatiannya. Dimana saat ini yang terjadi dalam kurun waktu tiga hari kedepan, gelombang diprediksi mencapai tinggi maksimal 1,5 meter. Meski belum begitu berbahaya, namun tidak menutup kemungkinan akan menjadi hambatan bagi nelayan kecil yang mencari ikan.

"Kalau gelombang sih sebenarnya masih aman. Saya lihat tadi itu mungkin sampai 3 hari kedepan maksimumnya sampai 1,5 meter," pungkasnya. (yad/cal)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment