Warga Keluhkan Air Hitam dan Bau Menyengat

Berharap Segera Ditangani Instansi Terkait


30 Okt 2019, 14:42:45 WIB

Warga Keluhkan Air Hitam dan Bau Menyengat

JOROK: Air hitam dan bau menyengat dikeluhkan warga RT 23 Kelurahan Damai Bahagia. Warga berharap segera diatasi oleh instansi terkait.


balikpapanPos-online.co.idAdanya genangan air hitam dan bau tak sedap dikeluhkan oleh warga RT 23 Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan (Balsel). Air yang menggenang tak lancar menuju laut, sehingga menimbulkan aroma tak sedap menyengat hidung.

Sejatinya masalah tersebut telah diketahui pihak Kelurahan Damai Bahagia, bahkan sebelumnya berhembus kabar bahwa air hitam pekat dan bau itu akan segera ditangani setelah diusulkan untuk dilakukan pengerukan oleh instansi terkait. Namun hingga berita ini dimuat, belum ada tanda-tanda bahwa akan segera teratasi.

Warga berharap dengan adanya kabar yang berhembus sekira September lalu dapat segera direalisasikan. Mengingat aroma tak sedap itu selalu tercium, bahkan diperparah dengan banyaknya sampah plastik yang menumpuk dan menggenang.

“Sebelumnya sekira bulan lalu sudah dilihat juga sama orang kelurahan. Infonya saat itu mau dilakukan pengerukan. Ini airnya bau dan jorok, dan tak bisa langsung mengalir menuju laut,” kata seorang warga, Sumarlan saat diwawancarai awak media ini di lokasi, Selasa (29/10) siang.

Dirinya berharap pihak terkait baik kelurahan dan dinas yang berkompeten untuk segera melaksanakan pengerjaan. Hal tersebut dijelaskannya selain mengganggu pernapasan warga, juga tak bagus dipandang, mengingat tepat berada di sisi Jalan Jenderal Sudirman, Stalkuda.

“Semoga ada segera kabar mau dilakukan pengerukan. Memang terlihat masalah sepele, tapi kami berharap segera diatasi. Jadi ini intinya bagaimana airnya dapat mengalir dengan lancar, tak ada lagi air pekat hitam dan sampah yang mengapung,” pintanya.

Secara terpisah, Lurah Damai Bahagia Junaidy menerangkan bahwa telah berkoordinasi dengan pihak kecamatan terkait yang menjadi keluhan warga RT 23. Dirinya pun mengakui saat meninjau lokasi memang air pekat hitam itu mengeluarkan aroma tak sedap.

“Saya sudah koordinasi juga dengan camat. Bahkan camat sudah juga bersurat ke DPU. Rencananya itu awalnya 20 Oktober kemarin saat KBM serentak,” terang mantan Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Lamaru ini.

Dengan belum adanya realisasinya kapan pelaksanaan, ia pun menerangkan tetap intens mengomunikasikan dengan pihak DPU melalui telephone seluler.

“Saya sih berkabar aja di WA (Whats App) dengan orang PU, bilangnya diusahakan. Kami juga sudah bicarakan teknis pengerjaannya. Mudahan dalam waktu dekat ini ada kepastian pelaksanaan,” tutupnya. (wal/ono)




Moderated by adminbp


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment